Inilah 30 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli Terkemuka

30 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

30 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Kamu sedang mencari definisi lengkap tentang ilmu ekonomi? Memahami pengertian ekonomi menurut para ahli merupakan fondasi utama untuk menguasai prinsip-prinsip dasar ilmu sosial ini. Artikel ini merangkum 30 definisi dari para pemikir ekonomi ternama, mulai dari era klasik hingga kontemporer, termasuk perspektif konvensional dan Islam.

Dengan mempelajari berbagai definisi ekonomi ini, kamu akan mendapatkan pemahaman holistik tentang bagaimana ilmu ekonomi berevolusi dan mengapa ia sering disebut sebagai ilmu tentang pilihan dan kelangkaan. Pengetahuan ini penting bagi mahasiswa, pelaku bisnis, atau siapapun yang ingin memahami mekanisme dunia.

Dasar dan Inti Ilmu Ekonomi

Secara etimologis, kata “ekonomi” berasal dari bahasa Yunani oikonomia (oikos = rumah tangga, nomos = aturan), yang berarti tata kelola rumah tangga. Inti dari semua definisi para ahli adalah konsep kelangkaan sumber daya (scarcity) dan kebutuhan untuk membuat pilihan (choice) yang optimal guna mencapai kesejahteraan (welfare) atau kemakmuran.

30 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut adalah kumpulan definisi ilmu ekonomi dari para ahli ekonomi dan pemikir dunia, disusun untuk memberikan kamu perspektif yang luas.

1. Adam Smith
Bapak Ekonomi Klasik ini mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang secara sistematis mempelajari tingkah laku manusia dalam mengalokasikan sumber daya terbatas untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Karl Marx
Ekonom dan filsuf sosialis ini melihat ekonomi sebagai cabang ilmu yang mempelajari cara manusia bertahan hidup dalam suatu struktur kelas sosial, yang sangat ditentukan oleh penguasaan dan pemanfaatan sarana produksi.

3. Alfred Marshall
Dalam bukunya Principles of Economics, Marshall mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang manusia dalam kehidupan sehari-hari, yang mengkaji bagian dari tindakan individu dan sosial terkait pencapaian dan penggunaan kesejahteraan material.

4. John Maynard Keynes
Pemikir ekonomi makro modern ini berpendapat bahwa ekonomi adalah cabang ilmu yang mempelajari tingkat kemakmuran suatu negara, yang sangat dipengaruhi oleh intervensi dan kebijakan pemerintah.

5. Lionel Robbins
Definisinya paling berpengaruh di abad ke-20: ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan alternatif.

6. Paul A. Samuelson
Peraih Nobel ini mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang bagaimana masyarakat memilih menggunakan sumber daya produktif yang langka dan memiliki alternatif penggunaan, untuk memproduksi berbagai komoditas serta mendistribusikannya untuk konsumsi kini dan masa depan.

7. John Stuart Mill
Mill melihat ekonomi sebagai ilmu praktis tentang produksi dan distribusi kekayaan, termasuk seluk-beluk pengeluaran dan penagihan.

8. David Ricardo
Ahli ekonomi politik klasik ini menyatakan ekonomi sebagai suatu kajian tentang hukum yang mengatur distribusi pendapatan di antara berbagai golongan masyarakat (pemilik tanah, buruh, dan pemodal).

9. N. Gregory Mankiw
Menurut Mankiw, ekonomi adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang langka. Pemahaman ekonomi akan meningkatkan kemampuan mengevaluasi potensi dan keterbatasan kebijakan publik.

10. Richard G. Lipsey
Lipsey mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang pemanfaatan sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

11. Karl E. Case & Ray C. Fair
Mereka mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang bagaimana orang dan masyarakat membuat pilihan dengan menggunakan sumber daya yang langka.

12. Aristoteles
Filsuf Yunani ini membedakan antara Oikonomika (pengelolaan rumah tangga untuk kesejahteraan) dan Chrematistika (seni menumpuk kekayaan), dan lebih mendukung yang pertama.

13. Max Weber
Sosiolog ini melihat ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari tindakan sosial ekonomi individu yang diarahkan oleh nilai-nilai dan keyakinan yang dianut.

14. Jean-Baptiste Say
Ekonom Prancis pengusung pasar bebas ini menyatakan bahwa ekonomi adalah studi tentang aturan yang mengatur kekayaan.

15. Robert B. Ekelund Jr. & Robert D. Tollison
Mereka mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat, dengan keinginan tak terbatas, mengalokasikan sumber daya terbatas untuk memuaskan keinginan tersebut.

16. Jack Hirshleifer
Hirshleifer menekankan aspek ketidakpastian, mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko dan konsekuensi dari pilihan yang saling terkait.

17. Friedrich von Hayek
Pemenang Nobel dari Mazhab Austria ini menekankan ekonomi sebagai studi tentang proses koordinasi pengetahuan yang tersebar di dalam masyarakat melalui sistem harga.

18. Milton Friedman
Pemikir monetaris ini melihat ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari cara masyarakat mengatur kegiatan produksi dan konsumsi, dengan uang sering kali menjadi alat ukur dan transaksi.

19. H. J. Davenport
Davenport berfokus pada mekanisme harga, mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari pembentukan harga serta pengaruhnya terhadap perilaku produsen dan konsumen.

20. Arthur Cecil Pigou
Pigou, pelopor ekonomi kesejahteraan, memandang ekonomi sebagai studi untuk mencapai kesejahteraan sosial maksimum, termasuk mengatasi kegagalan pasar seperti eksternalitas.

21. Muhammad Hatta
Proklamator dan ekonom Indonesia ini mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari proses pencapaian kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

22. Suherman Rosyidi
Menurut Rosyidi, ekonomi adalah cabang ilmu yang memberi pemahaman tentang gejala dalam masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kemakmuran.

23. M. Manullang
Manullang mendefinisikan ekonomi sebagai studi tentang usaha manusia dan masyarakat mencapai kemakmuran, yaitu keadaan terpenuhinya kebutuhan akan barang dan jasa.

24. Louis Cantori
Dari perspektif ekonomi Islam, Cantori mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari pemenuhan kebutuhan manusia dengan cara yang sesuai syariah Islam, mengatur perputaran harta.

25. Khurshid Ahmad
Ahli ekonomi Islam lain menyatakan ekonomi sebagai upaya sistematis untuk memahami masalah ekonomi dari sudut pandang Islam, yang bertujuan mencapai kesejahteraan (falah) dunia dan akhirat.

26. M. Akram Khan
Khan mendefinisikan ekonomi Islam sebagai studi tentang kesejahteraan manusia (al-falah) yang dicapai dengan mengorganisir sumber daya alam atas dasar kerja sama dan partisipasi.

27. Frank Knight
Knight menekankan pada ketidakpastian, mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu tentang cara hidup ekonomis dan pengambilan keputusan dalam kondisi ketidaktahuan.

28. Joseph Schumpeter
Schumpeter, dengan teori inovasinya, melihat ekonomi sebagai studi tentang proses perubahan dinamis yang digerakkan oleh inovasi dan “penghancuran kreatif”.

29. Thorstein Veblen
Pendiri ekonomi institusional ini melihat ekonomi sebagai studi tentang kebiasaan dan institusi yang membentuk perilaku ekonomi manusia, sering kali bersifat irasional dan demonstratif.

30. Amartya Sen
Peraih Nobel ini memperluas definisi ekonomi menjadi studi tentang kemampuan (capabilities) seseorang untuk hidup dengan layak, melampaui sekadar ukuran pendapatan.

Penutup

Dari 30 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli tersebut, kita dapat melihat evolusi pemikiran. Dari fokus awal pada kekayaan dan produksi (Smith, Ricardo), bergeser ke analisis kelangkaan dan pilihan (Robbins), lalu ke kesejahteraan dan intervensi (Pigou, Keynes), hingga pendekatan yang lebih manusiawi dan multidimensi (Sen, Ekonomi Islam).

Inti dari semua definisi ekonomi menurut para ahli tetap sama: ilmu ini adalah alat kita untuk memahami dan merancang cara terbaik mengelola apa yang kita miliki (sumber daya terbatas) untuk mencapai apa yang kita inginkan (kebutuhan tak terbatas dan kesejahteraan).

Manakah definisi yang paling membuka wawasan kamu tentang hakikat ilmu ekonomi? Bagikan pendapatmu dan artikel ini di media sosial untuk memulai diskusi yang menarik dengan teman-temanmu!

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Apa definisi ekonomi yang paling umum diterima?
Definisi Lionel Robbins (“ilmu tentang kelangkaan dan pilihan”) paling banyak diterima dalam buku teks modern karena sifatnya yang universal dan netral.

2. Mengapa ada begitu banyak definisi ekonomi?
Karena setiap ahli memiliki fokus, metodologi, dan nilai yang berbeda. Perbedaan zaman, masalah ekonomi yang dihadapi, dan aliran pemikiran (mazhab) melahirkan perspektif definisi yang beragam.

3. Apa perbedaan definisi ekonomi konvensional dan ekonomi Islam?
Ekonomi konvensional umumnya berfokus pada efisiensi dan maksimisasi (utility/profit) dalam kerangka sekuler. Ekonomi Islam menekankan keadilan, larangan riba (interest), gharar (ketidakpastian), dan harus sesuai syariah, dengan tujuan mencapai falah (kesejahteraan dunia-akhirat).

4. Siapa saja ahli ekonomi Indonesia yang mendefinisikan ilmu ekonomi?
Beberapa di antaranya adalah Mohammad Hatta (Bapak Koperasi), Suherman RosyidiM. Manullang, dan Dr. Soelistijo. Definisi mereka sering menekankan aspek kemakmuran rakyat dan keadilan sosial.

5. Definisi mana yang paling relevan untuk dipelajari pemula?
Pemula disarankan mulai dari definisi Lionel Robbins (kelangkaan & pilihan) dan Paul Samuelson (pilihan atas sumber daya langka), kemudian meluas ke definisi lain untuk memahami nuansa dan perdebatan dalam ilmu ekonomi.

Scroll to Top