Zaitun
Edu

Zaitun: Ciri-Ciri dan Manfaatnya

Zaitun (Olea europaea) merupakan pohon kecil yang bersifat tahunan dan hijau sepanjang tahun, di mana buah muda dapat dikonsumsi mentah atau diawetkan sebagai penyegar. Buah yang sudah tua dapat diperas untuk menghasilkan minyak zaitun yang bermanfaat untuk berbagai keperluan. Olea europaea termasuk dalam suku Oleaceae.

Ciri-Ciri Tanaman Zaitun

Zaitun
Sumber Gambar: Freepik

Tanaman zaitun memiliki beberapa ciri, antara lain:

  • Tumbuh sebagai pohon atau perdu hijau sepanjang tahun.
  • Memiliki bunga berbentuk lonceng.
  • Bunga bersifat banci atau berkelamin tunggal, dan buah menumpang; bunga kecil berwarna putih berbulu, dengan calyx dan corolla berbelah sepuluh, dua stamen, dan stigma bifid, biasanya tumbuh pada kayu tahun sebelumnya.
  • Bersifat pendek dan gemuk, dengan tinggi yang jarang melebihi 8–15 m (26–49 kaki), kecuali varietas Pisciottana yang lebih besar dan tinggi.
  • Buah berbentuk buah batu (drupe) yang kecil, dengan panjang 1–25 cm (0,39–9,84 inci), dan biji yang memiliki endosperma. Buahnya cenderung lebih ramping dan kecil pada tanaman liar dibandingkan pada tanaman yang dibudidayakan.
  • Daun tunggal dengan posisi berhadapan tanpa daun penumpu, berwarna hijau keperakan, berbentuk lonjong dengan panjang 4–10 cm (1,6–3,9 inci) dan lebar 1–3 cm (0,39–1,18 inci).
  • Batang yang keriput dan terpelintir.

Olea europaea mulai berbuah pada usia lima tahun dan dapat hidup hingga ribuan tahun, mengalami transformasi dari perdu menjadi pohon besar. Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun pernah ditemukan di Palestina dan mampu bertahan hidup hingga 2000 tahun.

Olea europaea dipanen saat masih berwarna hijau hingga ungu. Buah zaitun hitam dalam kaleng mungkin mengandung bahan kimia (biasanya fero sulfat) yang memberikan warna hitam secara buatan. Biji Olea europaea umumnya disebut sebagai “pit” atau “rock” dalam bahasa Inggris Amerika, sementara di Inggris disebut “stone,” semuanya merujuk pada istilah “batu.”

Olea europaea memberikan banyak manfaat. Selain memiliki buah yang lezat, kayu dari pohon zaitun juga memiliki kualitas yang baik, keras, dan indah. Buah zaitun tidak hanya dimakan, tetapi juga digunakan sebagai penyedap makanan. Dengan memeras buahnya, kita dapat memperoleh minyak zaitun yang berguna sebagai bumbu salad, dan kesehatan di bidang medis.

Minyak zaitun

Minyak Zaitun
Sumber Gambar: Freepik

Minyak zaitun bukanlah sembarang minyak, terbuat dari ekstraksi buah zaitun, minyak ini mengandung lemak tak jenuh tunggal, seperti asam oleat, yang memberikan keunggulan kesehatan yang luar biasa. Lebih dari sekadar bumbu dapur, minyak zaitun adalah senjata rahasia untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Dalam setiap 100 gram, minyak zaitun mengandung kalori sebanyak 119, lemak sebanyak 14 gram, natrium 0,3 miligram, vitamin E 1,9 miligram, dan vitamin K 8,1 mikrogram. Ini bukan hanya minyak, melainkan sumber nutrisi esensial untuk kesehatan Anda.

Salah satu aspek paling menarik dari minyak zaitun adalah kandungan asam oleatnya. Asam lemak ini, yang menyumbang sekitar 73 persen dari total kandungan minyak, bukan hanya menyajikan rasa lezat, tetapi juga membawa manfaat luar biasa bagi tubuh. Asam oleat terkenal dapat mengurangi peradangan dan bahkan memiliki potensi positif pada gen yang terkait dengan kanker.

Manfaat Minyak Zaitun

Sekarang, saatnya menggali lebih dalam ke dalam keajaiban kesehatan yang disembunyikan oleh minyak zaitun.

1. Sumber Lemak Tak Jenuh Tunggal

Minyak zaitun merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang alami. Dengan 14 persen lemak jenuh dan 11 persen lemak tidak jenuh ganda, seperti asam lemak omega-6 dan omega-3, minyak zaitun memberikan kombinasi lemak yang sehat untuk mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit.

2. Antioksidan Kuat

Selain asam lemak, minyak zaitun kaya akan antioksidan. Vitamin E dan K bersatu dalam setiap tetesnya, memberikan perlindungan aktif terhadap radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis. Ini adalah perisai biologis yang mampu melawan peradangan dan menjaga kolesterol darah dari oksidasi.

3. Peradangan Kronis dan Penyakit Terkait

Peradangan kronis merupakan pemicu utama penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Minyak zaitun, dengan sifat antiinflamasinya yang diakui oleh Current Pharmaceutical Design, menjadi sekutu utama dalam mengurangi peradangan. Asam lemak oleocanthal, yang dapat mengurangi penanda peradangan penting seperti protein C-reaktif (CRP), membuktikan bahwa minyak zaitun bukan sekadar minyak, melainkan pahlawan kesehatan.

4. Perlindungan terhadap Stroke

Stroke, menjadi momok yang menakutkan, dapat diatasi dengan menjadikan minyak zaitun sebagai bagian penting dari diet Anda. Riset yang dilaporkan di Lipids in Health and Disease menemukan bahwa minyak zaitun adalah satu-satunya sumber lemak tak jenuh tunggal yang terkait dengan penurunan risiko stroke dan penyakit jantung. Itu bukan sekadar makanan, tetapi pencegahan potensial terhadap ancaman serius.

5. Peran dalam Penurunan Risiko Alzheimer

Penyakit Alzheimer, menghancurkan fungsi otak, menemui lawan tangguh dalam minyak zaitun. Diet Mediterania, yang kaya akan minyak zaitun, dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan otak. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, bukti awal menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat menjadi pencegah yang efektif terhadap penurunan kognitif.

6. Penurunan Kolesterol dan Risiko Penyakit Jantung

Manfaat minyak zaitun terhadap kesehatan jantung terus mencuat. Kemampuannya menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) sambil menjaga keseimbangan dengan kolesterol baik (HDL) membuatnya menjadi pilihan utama untuk melawan penyakit jantung. Kandungan polifenolnya menunjukkan peran sentral dalam menurunkan risiko penyakit jantung, seperti yang dilaporkan oleh Frontiers in Nutrition.

7. Kontrol Tekanan Darah yang Efektif

Mengontrol tekanan darah adalah kunci untuk menghindari berbagai penyakit, dan minyak zaitun adalah alat penting dalam perang melawan hipertensi. Studi menyebutkan bahwa konsumsi sekitar 20 ml minyak zaitun per hari dapat menghasilkan pengendalian tekanan darah yang efektif.

8. Pertahanan Terhadap Kanker

Pertumbuhan sel kanker dapat dihambat dengan senjata sederhana ini: minyak zaitun. Kombinasi pola makan sehat dengan asupan minyak zaitun dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh, menangkal radikal bebas yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

9. Pencegahan Obesitas

Minyak zaitun, dengan kandungan antioksidan tinggi, bukan hanya membantu pengolahan lemak dalam tubuh tetapi juga berkontribusi pada pencegahan obesitas. Keseimbangan dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga akan menciptakan fondasi kokoh untuk menjaga berat badan yang sehat.

10. Kelembapan Kulit dan Keindahan

Minyak zaitun bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk diaplikasikan pada kulit. Kandungan antioksidannya tidak hanya melindungi tubuh dari dalam tetapi juga menjaga kulit tetap lembut dan muda. Penggunaannya sebagai pelembap alami dapat membantu mengurangi risiko tanda-tanda penuaan dini, seperti keriput dan kulit kusam.

11. Penyembuhan Luka yang Optimal

Penggunaan minyak zaitun untuk menyembuhkan luka bukanlah mitos. Dengan kandungan antioksidan dan antiinflamasi, minyak ini dapat merangsang produksi kolagen, membantu penyembuhan luka ringan, dan mengurangi iritasi akibat paparan sinar matahari.

12. Rambut yang Sehat dan Berkilau

Rambut adalah mahkota kita, dan minyak zaitun adalah penguat alaminya. Asam linoleat, asam oleat, dan asam palmitat dalam minyak ini melapisi batang rambut, memberikan nutrisi yang diperlukan, dan menjadikan rambut lebih sehat dan berkilau.

13. Pemeliharaan Kesehatan Payudara

Kesehatan payudara bukan hanya tentang deteksi dini tetapi juga pemeliharaan kelembutan dan kekencangan kulit. Mengoleskan minyak zaitun pada payudara dapat membantu menjaga elastisitas kulit, mengurangi risiko kendur, dan memberikan perawatan ekstra untuk daerah sensitif ini.

Cara Menyimpan Minyak Zaitun yang Benar

Sebelum terjun ke dalam manfaat kesehatan minyak zaitun, penting untuk tahu cara menyimpannya dengan benar. Pilihlah varian extra virgin untuk manfaat terbesar, dan pastikan untuk:

  • Menyimpan minyak Olea europaea dalam kemasan botol berwarna gelap untuk melindunginya dari sinar matahari.
  • Menghabiskan minyak Olea europaea dalam waktu enam bulan setelah botol dibuka.
  • Menyimpan minyak Olea europaea di tempat bersuhu ruangan, menjauhkan dari panas dan sinar matahari langsung.

Zaitun menurut Pandangan Islam

Dalam Alquran, buah dan pohon zaitun disamakan dengan pohon yang diberkahi dan dijadikan simbol cahaya petunjuk Allah.

“Allah, Pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus, di dalamnya terdapat pelita besar. Pelita itu berada di dalam kaca, dan kaca itu seolah-olah bintang yang bercahaya seperti mutiara. Pelita tersebut dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak juga di sebelah barat. Minyaknya hampir-hampir menerangi, meskipun tidak disentuh oleh api. Cahaya berlapis-lapis di atas cahaya. Allah memberikan petunjuk kepada cahaya-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan untuk manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An Nūr – 31)

Pohon zaitun memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan, budaya, sejarah, sumber makanan, dan identitas masyarakat Palestina. Motif daun pohon zaitun juga terdapat pada kain khas Palestina, yaitu Keffiyeh Palestina.

Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT memilih pohon zaitun sebagai petunjuk untuk mengarahkan pandangan Rasulullah SAW yang saat itu berada di Mekkah, agar memperhatikan Baitul Maqdis (Mesjid Al-Aqsha, Palestina). Allah SWT menyampaikan hal ini dalam Al-Quran, surah At-Tin, khususnya pada ayat 1 yang artinya “Demi buah Tin dan buah Zaitun.” Buah Tin dan Zaitun tumbuh melimpah di Palestina. Abu Qatadah, seorang sahabat Nabi yang turut serta dalam perang Uhud dan Hudaibiyah, menyatakan bahwa “Tin adalah nama sebuah bukit di Damaskus dan Zaitun adalah nama sebuah bukit di Baitul Maqdis.” Bukit Zaitun ini berdekatan dengan Jerusalem, dan menurut kepercayaan, dari bukit itulah Nabi Isa Al-Masih mi’raj ke langit. Hal ini menjadi tanda bahwa kedua negeri tersebut sangat penting untuk diperhatikan. Menurut riwayat lain dari Ibnu Abbas, “Tin adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Nuh di atas Gunung Al-Judi, dan zaitun adalah Baitul Maqdis.”

Demikianlah ulasan tentang Olea europaea, dari ciri-cirinya sampai pemanfaatan untuk kesehatan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

Baca juga:

Referensi

  1. Sarapis, K., George, E. S., Marx, W., Mayr, H. L., Willcox, J., Powell, K. L., … & Moschonis, G. (2023). Extra virgin olive oil improves HDL lipid fraction but not HDL-mediated cholesterol efflux capacity: a double-blind, randomised, controlled, cross-over study (OLIVAUS). British Journal of Nutrition130(4), 641-650.
  2. Selim, M. A., & Barakat, I. F. (2022). The effect of mouthwash containing Olive oil and chlorhexidine mouthwash on plaque induced gingivitis among a group of children with mixed dentition. Al-Azhar Journal of Dental Science25(1), 105-110.
  3. Fadhil, R. A., & Gasgoos, S. S. (2021). Effect of Different Mouthwashes on Gingival Health of Dental Students. Al-Rafidain Dental Journal21(2), 251-259.
  4. Hernández, M. L., Sicardo, M. D., Belaj, A., & Martínez-Rivas, J. M. (2021). The oleic/linoleic acid ratio in olive (Olea europaea L.) fruit mesocarp is mainly controlled by OeFAD2-2 and OeFAD2-5 genes together with the different specificity of extraplastidial acyltransferase enzymes. Frontiers in Plant Science12, 653997.
  5. Lanza, B., & Ninfali, P. Antioxidants in Extra Virgin Olive Oil and Table Olives: Connections between Agriculture and Processing for Health Choices. Antioxidants 2020, 9, 41.
  6. Farràs, M., Canyelles, M., Fitó, M., & Escolà-Gil, J. C. (2020). Effects of virgin olive oil and phenol-enriched virgin olive oils on lipoprotein atherogenicity. Nutrients12(3), 601.
  7. Besnard, G., Rubio de Casas, R., Christin, P. A., & Vargas, P. (2009). Phylogenetics of Olea (Oleaceae) based on plastid and nuclear ribosomal DNA sequences: tertiary climatic shifts and lineage differentiation times. Annals of botany104(1), 143-160.
  8. Besnard, G., Garcia-Verdugo, C., De Casas, R. R., Treier, U. A., Galland, N., & Vargas, P. (2008). Polyploidy in the olive complex (Olea europaea): evidence from flow cytometry and nuclear microsatellite analyses. Annals of botany101(1), 25–30. https://doi.org/10.1093/aob/mcm275
  9. Green, P. S. (2002). A Revision of Olea L. (Oleaceae). Kew Bulletin, 57(1), 91–140. https://doi.org/10.2307/4110824
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.