Makna dan Nilai Core Value dan Employer Branding ASN

Core Value dan Employer Branding ASN

Core value dan employer branding ASN bukan sekadar wacana atau program sesaat. Sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2021, kedua konsep ini menjadi fondasi sekaligus kompas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Bayangkan, sebelum adanya keseragaman ini, setiap instansi pemerintah mungkin memiliki penafsiran berbeda terhadap nilai-nilai dasar pelayanan. Kini, dengan hadirnya core values BerAKHLAK dan employer branding “Bangga Melayani Bangsa”, seluruh ASN dari Sabang sampai Merauke memiliki landasan berpikir, bertutur, dan berperilaku yang sama.

Core Value dan Employer Branding

Core Values ASN BerAKHLAK merupakan singkatan yang memuat tujuh nilai dasar: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi pedoman perilaku (code of conduct) yang konkret. Core values ini disusun untuk menjabarkan dan menyamakan persepsi atas nilai dasar dan kode etik yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Sementara itu, employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” berperan sebagai semboyan atau moto yang membangun citra dan rasa kebanggaan. Branding ini bertujuan mengikis stigma negatif seperti pelayanan yang lamban, berbelit, atau tidak ramah. Keduanya saling melengkapi: BerAKHLAK adalah how to-nya (bagaimana cara melayani), sedangkan “Bangga Melayani Bangsa” adalah spirit-nya (semangat dan motivasi di balik layanan).

Mengapa Core Value dan Employer Branding ASN Sangat Penting?

Transformasi birokrasi tidak bisa hanya mengandalkan perubahan sistem dan regulasi. Perubahan mindset dan budaya kerja menjadi kunci. Nilai-nilai dasar ASN yang terangkum dalam BerAKHLAK memberikan peta jalan yang jelas. Bayangkan jika dalam sebuah tim, setiap anggota memiliki prinsip kerja yang berbeda; kekacauan pasti terjadi. Demikian pula dengan birokrasi berskala nasional. Keseragaman nilai ini menciptakan standar pelayanan yang dapat masyarakat harapkan di mana pun.

Di sisi lain, branding untuk ASN yang positif sangat mempengaruhi motivasi internal dan persepsi eksternal. Ketika kamu bangga dengan profesi milikmu, pelayanan yang diberikan akan tulus dan maksimal. Citra positif ini kemudian dirasakan masyarakat, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah. Reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan menemukan bentuk nyatanya dalam implementasi kedua konsep ini.

Makna dan Nilai Core Value BerAKHLAK

Mari kita jabarkan makna dari masing-masing nilai dalam BerAKHLAK beserta panduan perilakunya:

  1. Berorientasi Pelayanan: Komitmen untuk memberikan pelayanan prima. Dalam praktiknya, ini berarti kamu harus memahami kebutuhan masyarakat, bersikap ramah dan solutif, serta terus melakukan perbaikan tanpa henti.
  2. Akuntabel: Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Pegawai ASN harus melaksanakan tugas dengan jujur dan berintegritas, menggunakan aset negara secara efisien, serta menjauhi penyalahgunaan wewenang.
  3. Kompeten: Terus mengembangkan kapabilitas. Tantangan zaman selalu berubah, karena itu kamu wajib meningkatkan kompetensi, berbagi ilmu dengan rekan, dan selalu memberikan karya terbaik.
  4. Harmonis: Menciptakan lingkungan kerja yang saling peduli. Menghargai perbedaan latar belakang dan suka menolong menjadi kunci menuju lingkungan kerja kondusif.
  5. Loyal: Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa. Loyalitas ini diwujudkan dengan kesetiaan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, menjaga nama baik instansi, dan menjaga rahasia negara.
  6. Adaptif: Tanggap dan inovatif menghadapi perubahan. Sebagai ASN, kamu dituntut untuk cepat menyesuaikan diri, berpikir kreatif, dan bertindak proaktif, bukan menunggu perintah.
  7. Kolaboratif: Membangun kerja sama yang sinergis. Berikan ruang bagi pihak lain untuk berkontribusi, terbuka untuk bermitra, dan menggerakkan sumber daya bersama untuk tujuan yang lebih besar.

Menghidupkan “Bangga Melayani Bangsa” dalam Setiap Tugas

Employer branding akan sia-sia jika hanya menjadi slogan di dinding. Untuk membuatnya hidup, diperlukan internalisasi mendalam. Rasa bangga itu harus datang dari kesadaran bahwa profesi ASN adalah profesi mulia yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Kamu bisa memulai dengan bertanya pada dirimu sendiri: “Apa yang membuatku bangga melayani?” Mungkin jawabannya adalah ketika kamu bisa mempermudah urusan seorang lansia, ketika inovasi milikmu mempercepat proses perizinan, atau sekadar senyum lega dari masyarakat yang telah kamu layani. Kebanggaan itu kemudian harus diwujudkan dalam budaya kerja ASN sehari-hari, dari hal sederhana seperti menyapa dengan ramah hingga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan akurat.

Tantangan Implementasi dan Strategi Mengatasinya

Diakui, mengubah budaya dan mindset bukan pekerjaan mudah. Beberapa kendala yang sering muncul antara lain:

  • Mindset birokratis yang sudah mengakar.
  • Rasa bangga yang belum merata di semua level ASN.
  • Pelayanan masih dianggap sebagai beban rutinitas.
  • Budaya kerja yang belum sepenuhnya berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Lalu, bagaimana strategi menguatkan core value dan employer branding ASN?

  • Sosialisasi dan Internalisasi Berkelanjutan: Tidak cukup sekali peluncuran. Perlu sosialisasi terus-menerus melalui workshop, pembinaan, dan diskusi kelompok. Budaya organisasi harus dibangun dengan menjadikan BerAKHLAK sebagai rujukan setiap pengambilan keputusan.
  • Kepemimpinan yang Memberi Teladan (Role Model): Pimpinan instansi harus menjadi contoh pertama dalam menerapkan nilai-nilai ini. Ketika atasan berlaku akuntabel dan adaptif, bawahan akan dengan mudah meniru.
  • Integrasi dengan Sistem Manajemen Kinerja: Nilai-nilai dalam BerAKHLAK harus terintegrasi dalam penilaian kinerja (SKP), promosi jabatan, dan pemberian reward. ASN yang menunjukkan sikap kolaboratif dan berorientasi pelayanan perlu mendapat apresiasi.
  • Menciptakan Ekosistem yang Mendukung: Fasilitas kerja yang memadai, sistem teknologi informasi yang andal, dan prosedur kerja yang efisien sangat membantu ASN dalam memberikan pelayanan terbaik. Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi keniscayaan.
  • Kampanye Komunikasi yang Masif: Gunakan tagar #BanggaMelayaniBangsa di media sosial instansi, pasang poster di ruang pelayanan, buat video inspiratif. Hal ini mengingatkan baik pada ASN maupun masyarakat tentang komitmen bersama.

Bagikan artikel ini kepada rekan sesama ASN atau masyarakat luas! Mari kita viralkan semangat Bangga Melayani Bangsa dan wujudkan bersama birokrasi yang benar-benar melayani.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Apa itu Core Values ASN BerAKHLAK?
Core Values ASN BerAKHLAK adalah tujuh nilai dasar yang disatukan dalam sebuah akronim (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara di Indonesia, berdasarkan UU No. 5/2014.

2. Apa bedanya Core Values BerAKHLAK dengan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa”?
BerAKHLAK adalah pedoman teknis atau “cara” berperilaku ASN (the what and how). Sementara “Bangga Melayani Bangsa” adalah semangat, motivasi, atau citra yang ingin dibangun (the why dan spirit). Keduanya saling melengkapi.

3. Siapa saja yang wajib menerapkan Core Values BerAKHLAK?
Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik yang bertugas di kementerian/lembaga pusat maupun di pemerintah daerah, wajib memegang teguh dan menerapkan nilai-nilai ini.

4. Bagaimana cara mengukur keberhasilan implementasi Core Values ini?
Keberhasilan dapat diukur dari peningkatan kepuasan masyarakat (survey IKM), peningkatan indeks reformasi birokrasi, penuruan pengaduan pelayanan, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih harmonis, adaptif, dan kolaboratif di instansi pemerintah.

5. Apa manfaatnya bagi masyarakat dengan adanya Core Values ini?
Masyarakat akan mendapat pelayanan publik yang lebih baik: lebih cepat, ramah, akuntabel, dan solutif. Keseragaman nilai ini juga memastikan standar pelayanan yang sama dan berkualitas di seluruh Indonesia.

Scroll to Top