Piala Dunia 2026
Piala Dunia sepakbola adalah ajang empat tahunan yang bergulir dari satu benua ke benua lainnya, dan negara yang berbeda. Namun dibalik itu semua, bukan hanya tim yang berputar namun perekonomian negara sebagai penyelenggara juga ikut berputar.
Bahkan negara peserta juga ikut merasakan perputaran uang senilai triliunan rupiah yang berpindah tangan, para penggemar bepergian dari satu kota ke kota lainnya, kota-kota yang tadinya hanya biasa saja, kini menjadi pusat perhatian seluruh pecinta bola di muka bumi ini.
Piala Dunia 2026 sejatinya akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pagelaran akbar ini akan dimulai 11 Juni 2026 membuat mesin ekonomi di tiga negara tersebut akan berlari dengan sangat kencang.
Sepakbola Adalah Penghasil Uang Terbesar
FIFA sebagai organisasi sepakbola dunia dan WTO Organisasi Perdagangan Dunia sudah menghitung angka perputaran uang pada saat Piala Dunia 2026 yakni senilai 80 Milyar Dollar AS. Dampak ekonomi global ini berpotensi menghasilkan angka sekitar Rp. 1.443 triliun.
Ini sebuah angka fantastis untuk perputaran ekonomi global. Presiden FIFA Gianni Infatino secara resmi menyampaikan langsung di forum World Economic Forum di Davos, Januari 2026 silam. Angka itu lebih besar dan melampaui PDB beberapa negara sekaligus.
Namun perlu diingat ya angka itu tidak jatuh merata ke semua orang atau perusahaan. Dari berbagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, ada beberapa yang kebanjiran penghasilan, beberapa pendapatannya meningkat, namun pasti ada yang menerima sedikit pemasukan.
Turnamen empat tahunan ini sangat berbeda dari sebelumnya dan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Piala Dunia. Sebanyak 48 negara akan bertanding dalam 104 pertandingan dan di selenggarakan di 16 kota berbeda. Jelas sekali, dengan banyak pertandingan, maka penonton akan semakin bertambah sehingga uang yang berputar akan semakin besar pula jumlahnya.
Tuan Rumah yang Paling Untung: Amerika Serikat, Kanada atau Meksiko?
Dengan hadirnya tiga negara sebagai tuan rumah tentu berdampak langsung pada perekonomian tiap negara dengan jumlah peredaran uang yang berbeda juga. Sebagai tuan rumah masing-masing negara akan menciptakan sejarah yang berbeda pula.
Penggemar tim yang berlaga hadir di stadiun dengan tingkat ekonomi yang tidak sama juga.
Namun fans di seluruh dunia selalu melakukan hal yang sama, yakni prediksi World Cup 2026. Baik secara online atau tebak-tebakan dengan sesama teman penonton di stadion.
Amerika Serikat: Raksasa Ekonomi Global
AS adalah tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan jumlah pertandingan terbanyak, yakni 78 dari 104 pertandingan. Tentu ini akan memberikan dampak luar biasa untuk perputaran ekonomi di 11 kota penyelenggara.
Secara hitung-hitungan, efek Piala Dunia 2026 ini akan memberikan tambahan sekitar 17 miliar Dollar AS ke PDB mereka. Namun perlu diingat bahwa PDB AS sangatlah besar, dengan jumlah tersebut hanya berdampak pada 0,1 persen dari PDB Amerika Serikat.
Kabar baiknya adalah event ini berhasil menciptakan 185.000 lapangan kerja baru bagi warga AS. Sehingga berdampak langsung bagi penduduk lokal di kota penyelenggara dari Atlanta sampai Seattle.
Kanada: Pertumbuhan Ekonomi Stabil dan Konsisten
Empat kota di Kanada yang sudah bersiap jauh hari menyambut Piala Dunia 2026 yakni Toronto, Vancouver, Montreal dan Edmonton. Data perjalanan internasional menunjukkan permintaan visa ke Kanda menunjukkan kenaikan signifikan.
Salah satu pemicu pertumbuhan ini adalah pemerintah Kanada aktif mengemas paket perjalanan ke negaranya dengan menggabungkan tiket pertandingan dan wisata alam budaya di Kanada. Strategi cerdas ini bisa memaksimalkan jumlah wisatawan hingga durasi yang semakin bertambah.
Meksiko: Pemenang Tuan Rumah yang Sesungguhnya
Meksiko jelas tidak bisa dibandingkan dengan tuan rumah lainnya jika berbicara mulai dari kota penyellenggara hingga venue stadiun. Jika ada tuan rumah yang merasakan dampak yang luar biasa maka itu adalah Meksiko.
Proyeksi dampak ekonomi untuk Mesiko akan berkisar di angka 3 miliar Dollar AS atau sekitar 0,5 persen dari PDB mereka. Walaupun secara angka nilainya kecil, Meksiko yang negaranya bergantung juga pada pariwisata dan jasa tentu angka itu sangatlah besar.
Kota penyelenggara Mexico City, Guadalajara dan Monterrey sudah bersolek untuk menyambut jutaan fans tim nasional yang akan berlaga di negara mereka. Nah, fans inilah yang akan memberikan dampak langsung terhadap penduduk lokal Meksiko. Warung pinggir jalan hingga penginapan murah ala penduduk lokal akan merasakan dampak signifikan dari efek Piala Dunia 2026 ini.
Realita di Lapangan, Pariwisata, Hotel, Restoran Lokal
Atas prediksi Presiden FIFA Gianni Infatino dengan dampak perputaran nilai ekonomi sekitar 80 milyar Dollar US yang akan berputar di tiga negara penyelenggara, tidak semuanya akan berjalan dengan mulus. Meskipun dengan perhitungan matematika FIFA memproyeksikan sekitar 6,5 juta penonton akan hadir langsung di stadion sepanjang turnamen.
Hotel-hotel di kota penyelenggara tuan rumah diprediksi naik 7 sampai 25 persen khususnya pada saat ada pertandingan. Otomatis permintaan jumlah karyawan akan meningkat di hotel yang murah hingga berbintang.
Namun, ada kenyataan di lapangan yang tidak semulus dengan proyeksi banyak pihak. Di Amerika Serikat, ada beberapa pengusaha hotel yang mengeluhkan kondisi yang jauh dari yang diperkirakan. Karena FIFA sendiri jauh hari sudah memesan ribuan kamar hotel jauh hari sebelumnya, namun kemudian membatalkannya.
Kamar yang sudah FIFA pesan mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan, sehingga wisatawan tidak bisa memesan kamar lagi akibat kehabisan. Belum lagi kombinasi harga tiket yang kemahalan, biaya transportasi yang tinggi, dan juga iklim politik di Amerika Serikat yang masih tegang membuat sebagian wisatawan internasional mengurungkan niat untuk berkunjung ke Amerika.
Dampak terbesar bagi tuan rumah yang sering dilupakan orang adalah pada saat event tersebut selesai. Mari belajar dari Qatar sebagai tuan rumah Piala Duni 2022. Setelah event akbar berakhir, banyak media mempertanyakan apakah investasi milayaran Dollar Qatar sepadan.
Beberapa bulan setelahnya, kunjungan wisatawan ke Qatar melonjak drastis 347 persen secara year to year Januari-Februari 2023. Citra negara tersebut berubah total di mata dunia dan mendapatkan respon positif.
Semoga negara kita Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ini bukanlah pekerjaan mudah, namun denga kekompakan semua pihak maka tidak mustahil kita bisa melihat timnas kita berlaga di ajang paling bergengsi di seluruh dunia.

As a seasoned writer focused on industry, business, technology, and lifestyle, I bring my passion for learning to my work. Outside of writing, I enjoy sports and traveling.



