Sholat Dhuha
Edu

Waktu Sholat Dhuha, Niat, Tata Cara, dan Doa

Sholat Dhuha merupakan salah satu bentuk sholat sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha (pagi hari), ketika matahari mulai naik sekitar tujuh hasta setelah terbit hingga menjelang dzuhur. Pelaksanaan sholat Dhuha dapat dilakukan baik di awal waktu maupun di akhir waktu, dan tidak berbeda jauh dengan sholat fardhu pada umumnya, terdiri dari minimal dua rakaat. Secara lebih rinci, ibadah sholat dhuha dilakukan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu sholat zuhur. Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha di Indonesia diperkirakan antara pukul 08.00 hingga 11.00.

Sholat Dhuha sangat dianjurkan karena memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, yang dibahas secara lengkap dalam buku “Mirojul Mukminin Mukjizat Shalat Dhuha.” Sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Hakim dan Thabrani, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Wahai anak Adam, janganlah engkau malas untuk melaksanakan empat rakaat pada awal siang (sholat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada akhir harinya.”

Penting untuk dicatat bahwa terdapat tiga waktu yang tidak diperbolehkan untuk melaksanakan sholat, sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhammad saw:

“Ada tiga waktu di mana Nabi Muhammad saw melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: (1) ketika matahari terbit hingga ia meninggi, (2) ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir, dan (3) ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim).

Table of Contents

Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat melaksanakan sholat sunah Dhuha dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

Tata cara

  1. Niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat Dhuha.
  2. Mengangkat tangan dan mengucapkan takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah sebagai pembuka sholat.
  4. Membaca surat Al-Fatihah.
  5. Setelah Al-Fatihah, membaca surat atau ayat Al-Qur’an pada setiap rakaat.
  6. Melakukan ruku’ (rukuk) dengan khusyuk dan kemudian bangkit ke posisi tegak (i’tidal).
  7. Melakukan sujud dengan tuma’ninah (khusyuk dan tenang).
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  9. Melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah.
  10. Berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua.
  11. Sama seperti rakaat pertama, membaca surat Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an pada rakaat kedua.
  12. Melakukan ruku’ dan i’tidal pada rakaat kedua.
  13. Melakukan sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua pada rakaat kedua.
  14. Membaca tahiyat akhir sebagai penutup sholat.
  15. Mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan kiri sebagai tanda berakhirnya sholat.

Setelah dua rakaat pertama, boleh dilanjutkan dengan dua rakaat salam, dan demikian seterusnya hingga mencapai jumlah yang diinginkan (misalnya empat rakaat atau delapan rakaat). Setelah selesai sholat, boleh berdoa untuk urusan dunia dan akhirat, serta disarankan untuk berdoa dengan doa khusus sholat Dhuha.

Doa

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah. Apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Demikianlah penjelasan tentang sholat dhuha beserta niat, tata cara dan doanya, semoga bermanfaat.

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.