Sab. Sep 30th, 2023
Industri 4.0 dan Society 5.0

Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi yang diciptakan oleh manusia semakin canggih dan terus berkembang. Salah satu contohnya adalah Society 5.0 yang diperkenalkan oleh Jepang. Konsep ini memungkinkan penggunaan teknologi modern seperti IoT, AI, dan robotika untuk memenuhi kebutuhan manusia, dengan tujuan untuk membuat hidup manusia lebih nyaman dan efisien. Society 5.0 diresmikan tiga tahun yang lalu, pada tanggal 21 Januari 2019, dan diciptakan sebagai solusi untuk tantangan yang dihadapi oleh Industri 4.0.

Konsep Society 5.0 merupakan evolusi dari konsep-konsep sebelumnya. Sebelumnya, pada Society 1.0, manusia hidup dalam era berburu dan mengenal tulisan. Kemudian, pada Society 2.0, manusia memasuki era pertanian dan mulai bercocok tanam. Pada Society 3.0, manusia memasuki era industri di mana mereka mulai menggunakan mesin untuk membantu kegiatan sehari-hari. Selanjutnya, pada Society 4.0, manusia mulai mengenal komputer dan internet. Dan kini, pada Society 5.0, teknologi digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas perbedaan diantara keduannya.

Perbedaan Antara Industri 4.0 dan Society 5.0

Namun, ada beberapa perbedaan yang penting antara kedua revolusi ini, baik dari segi teknologi, kinerja dan efisiensi, sistem konektivitas, kebutuhan SDM, dan implementasi dan adopsi, berikut penjelasannya:

Perbedaan Teknologi Industri 4.0 dan Society 5.0

Era 4.0 adalah era industri yang didukung oleh teknologi digital, sedangkan Society 5.0 dikenal sebagai era industri yang didukung oleh teknologi canggih seperti AI, IoT dan lainnya. Perbedaan utama antara kedua industri ini terletak pada teknologi yang digunakan, keamanan data dan cybersecurity, serta kebutuhan sumber daya manusia yang berbeda, dimana perbedaan utama tersebut akan mempengaruhi dunia usaha dan produksi di masa depan.

Baca juga: Mengenal Internet of everything (IoE)

Selain perbedaan dalam teknologi yang digunakan, industri 4.0 dan Society 5.0 juga memiliki perbedaan dalam implementasi keamanan data dan cybersecurity. Dalam industri 4.0, keamanan data masih menjadi perhatian utama, tetapi belum sepenuhnya dioptimalkan. Sedangkan dalam Society 5.0, keamanan data menjadi fokus utama karena semakin banyak data yang dikumpulkan dan diolah oleh sistem teknologi yang digunakan.

Baca juga: Bibliometric Analysis Tools for Industry 4.0 and Supply Chain

Perbedaan lain yang juga penting dalam industri 4.0 dan Society 5.0 adalah dalam penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. Dalam industri 4.0, AI dan Machine Learning masih belum digunakan secara luas, tetapi dalam Society 5.0, kedua teknologi ini diharapkan akan digunakan secara masif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi.

Baca juga: Teknologi IoT Dalam Smart Factory

Implementasi smart maintenance dan predictive maintenance juga merupakan perbedaan penting antara industri 4.0 dan Society 5.0. Dalam industri 4.0, smart maintenance masih belum diterapkan secara luas, sedangkan dalam Society 5.0, teknologi ini diharapkan akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemeliharaan mesin dan peralatan produksi.

Perbedaan dalam Kinerja dan Efisiensi Produksi Industri 4.0 dan Society 5.0

Salah satu perbedaan yang paling penting antara industri 4.0 dan Society 5.0. Dalam industri 4.0, teknologi seperti IoT, robotik, dan automasi digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja produksi melalui pengoptimasian proses dan pengendalian kualitas produk.

Baca juga: Big Data Defenisi dan Konsep Dasar

Namun, dalam Society 5.0, teknologi seperti kognitif, AI, dan blockchain digunakan untuk meningkatkan kinerja produksi dan efisiensi melalui pengoptimasian proses, pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat, serta pengelolaan data yang lebih baik.

Selain itu, Society 5.0 juga mengutamakan kolaborasi manusia dan mesin, yang memungkinkan manusia untuk bekerja sama dengan mesin dalam proses produksi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi.Selain itu, dalam industri 4.0, IoT masih belum digunakan secara luas, tetapi dalam Society 5.0, IoT diharapkan akan digunakan secara luas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai proses produksi.

Baca juga: Teknologi IoT Dalam Smart Factory

Perbedaan lainnya adalah dalam pendekatan pembuatan produk dan proses produksi, industri 4.0 lebih mengutamakan pada pendekatan mass production dan Society 5.0 lebih mengutamakan pendekatan personalisasi dan customisasi produk.

Perbedaan dalam Sistem Konektivitas Industri 4.0 dan Society 5.0

Dalam industri 4.0, sistem konektivitas diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengintegrasikan sistem yang berbeda dalam proses produksi. Namun, di Society 5.0, sistem konektivitas dikembangkan untuk menghubungkan berbagai perangkat dan sistem dalam lingkungan yang lebih luas, termasuk pemasok, pelanggan, dan komunitas. Dengan konektivitas yang lebih kuat, Society 5.0 dapat mengambil keuntungan dari data yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan fleksibilitas dalam proses produksi.

Baca Juga: Supply Chain Sustainability

Selain itu, dalam industri 4.0, fokus utama adalah pada automatisasi dan pengendalian proses produksi melalui teknologi seperti robotika, IoT, dan analisis data. Sedangkan di Society 5.0, fokus utama adalah pada kolaborasi manusia-mesin dan manusia-manusia, dengan menggunakan teknologi seperti virtual reality, augmented reality, dan teknologi komunikasi lainnya untuk meningkatkan interaksi antara manusia dan mesin.

Perbedaan dalam Kebutuhan Sumber Daya Manusia Industri 4.0 dan Society 5.0

Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan besar dalam cara kerja dan proses produksi. Namun, perbedaan utama antara kedua industri ini terletak pada kebutuhan sumber daya manusia yang berbeda.

Industri 4.0 mengutamakan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia digital, seperti kemampuan analisis data, pemrograman, dan kemampuan mengoperasikan peralatan yang terhubung dengan internet. Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam industri 4.0 adalah para teknolog, data analyst, dan engineer yang memiliki keterampilan dalam bidang teknologi.

Sementara itu, Society 5.0 mengutamakan keterampilan yang lebih luas dan menyeluruh, seperti kemampuan kolaborasi, kreativitas, dan adaptasi. Industri 5.0 mengutamakan pengembangan sumber daya manusia yang dapat bekerja sama dengan mesin dan teknologi dalam proses produksi. Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam industri 5.0 adalah para pekerja yang memiliki keterampilan di bidang manajemen, desain, dan kreativitas.

Perbedaan dalam Implementasi dan Adopsi Teknologi Industri 4.0 dan Society 5.0

Industri 4.0 difokuskan pada implementasi teknologi-teknologi terkini seperti IoT, kecerdasan buatan, dan analitik data untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam proses produksi. Sementara itu, Society 5.0 berfokus pada kolaborasi manusia-mesin dan manusia-manusia, serta teknologi-teknologi yang lebih canggih seperti realitas virtual dan augmented, untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam proses produksi.

Adopsi industri 4.0 dianggap lebih cepat dibandingkan dengan Society 5.0 karena teknologi yang digunakan lebih mudah diimplementasikan dan memerlukan biaya yang lebih rendah. Namun, Society 5.0 dianggap lebih penting untuk diterapkan dalam jangka panjang karena akan memberikan dampak yang lebih besar pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi proses produksi.

Baca juga: Mengenal Internet of Thing (IoT)

Perbedaan dalam implementasi dan adopsi industri 4.0 dan Society 5.0 juga terlihat dari tingkat ketergantungan pada teknologi. Industri 4.0 sangat tergantung pada teknologi, sementara industri 5.0 mengutamakan kolaborasi antara teknologi dengan sumber daya manusia.

Adopsi industri 4.0 yang lebih cepat dibandingkan dengan Society 5.0 membuat perusahaan harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut. Sementara itu, perusahaan yang ingin mengadopsi Society 5.0 harus mempersiapkan diri dengan cara meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan mengimplementasikan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Society 5.0.

Kesimpulan

Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan evolusi dari pembuatan yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan fleksibilitas produksi. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara kedua konsep tersebut. Industri 4.0 difokuskan pada peningkatan efisiensi produksi dengan mengintegrasikan teknologi seperti IoT, robotika, dan analitik data. Sedangkan Society 5.0 mengutamakan kolaborasi antara manusia dan mesin, serta memperhatikan aspek-aspek seperti lingkungan dan kesejahteraan kerja.

Semoga bermanfaat

Referensi

  1. Maddikunta, P. K. R., Pham, Q. V., Prabadevi, B., Deepa, N., Dev, K., Gadekallu, T. R., … & Liyanage, M. (2022). Industry 5.0: A survey on enabling technologies and potential applications. Journal of Industrial Information Integration26, 100257.
  2. Nair, M. M., Tyagi, A. K., & Sreenath, N. (2021, January). The future with industry 4.0 at the core of society 5.0: open issues, future opportunities and challenges. In 2021 International Conference on Computer Communication and Informatics (ICCCI) (pp. 1-7). IEEE.
  3. Polat, L., & Erkollar, A. (2020, September). Industry 4.0 vs. Society 5.0. In The International Symposium for Production Research (pp. 333-345). Springer, Cham.
  4. Skobelev, P. O., & Borovik, S. Y. (2017). On the way from Industry 4.0 to Industry 5.0: From digital manufacturing to digital society. Industry 4.02(6), 307-311.
  5. Xu, X., Lu, Y., Vogel-Heuser, B., & Wang, L. (2021). Industry 4.0 and Industry 5.0—Inception, conception and perception. Journal of Manufacturing Systems61, 530-535.
  6. Vaidya, S., Ambad, P., & Bhosle, S. (2018). Industry 4.0–a glimpse. Procedia manufacturing20, 233-238.

By BAMS

An experienced content creator working for The Provincial Government of Jambi