Business

Cara Membuat Brand Positioning yang Menonjol di Pasar

cara membuat brand positioning

Brand positioning adalah hal yang sangat penting dalam membangun merek dan menjadi kunci keberhasilan bisnis Anda. Jika Anda ingin menciptakan merek yang kuat dan dikenal oleh banyak orang, maka Anda harus memperhatikan bagaimana cara membuat brand positioning yang tepat.

Apa itu Brand Positioning?

Brand positioning adalah cara yang digunakan untuk memposisikan merek Anda di pasar. Hal ini melibatkan identifikasi keunikan dan nilai tambah dari merek Anda yang membuatnya berbeda dari pesaing Anda. Dengan melakukan brand yang tepat, Anda dapat menciptakan citra merek yang kuat dan mengarahkan audiens Anda untuk melihat merek Anda sebagai solusi terbaik untuk kebutuhan mereka.

Baca juga: Tips Membangun Branding Produk yang Kuat dan Efektif

Brand Positioning Menurut Para Ahli

Beberapa para ahli marketing telah memberikan definisi dan pandangan mereka mengenai brand positioning. Berikut adalah beberapa pandangan dari para ahli tersebut:

Al Ries dan Jack Trout

Menurut Al Ries dan Jack Trout, brand positioning adalah “cara merek Anda membedakan dirinya dari pesaing Anda di pikiran konsumen”. Mereka juga menekankan bahwa brand harus didasarkan pada keunikan dan kelebihan dari merek Anda dibandingkan dengan pesaing Anda.

Philip Kotler

Philip Kotler mendefinisikan brand positioning sebagai “usaha merek untuk menciptakan citra atau persepsi yang unik dan berbeda di pikiran konsumen”. Menurutnya, brand harus melibatkan analisis pasar dan pesaing, serta mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi konsumen.

David Aaker

David Aaker mengemukakan bahwa brand positioning adalah “kesan dan citra yang terbentuk di pikiran konsumen ketika mereka berinteraksi dengan merek Anda”. Menurutnya, brand harus mencakup keunikan merek, nilai tambah, dan pesan yang ingin disampaikan.

Baca juga: Ide Bisnis untuk Mahasiswa yang Kreatif dan Tipsnya

Cara Membuat Brand Positioning

Membuat brand positioning yang tepat membutuhkan waktu dan usaha yang cukup. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat brand positioning yang efektif:

Tentukan nilai tambah dari merek Anda

Sebelum dapat memposisikan merek di pasar, Anda harus menentukan nilai tambah yang ditawarkan oleh merek. Hal ini bisa berupa kualitas produk yang superior, pelayanan pelanggan yang unggul, atau keunikan lain yang membuat merek Anda berbeda dari pesaing.

Analisis pesaing

Setelah menentukan nilai tambah dari merek, Anda harus melakukan analisis pesaing untuk memahami bagaimana pesaing memposisikan merek mereka di pasar. Hal ini akan membantu untuk menemukan kesenjangan dan peluang yang dapat diisi oleh merek Anda.

Definisikan audiens target

Sebelum dapat memposisikan merek di pasar, Anda harus memahami siapa audiens target. Hal ini akan membantu untuk menentukan pesan dan strategi pemasaran yang tepat untuk menjangkau dan mempengaruhi audiens.

Tentukan pesan merek

Setelah menentukan nilai tambah dari merek Anda, melakukan analisis pesaing, dan memahami audiens target, Anda harus menentkan pesan merek. Pesan merek adalah pesan inti yang ingin disampaikan oleh merek kepada konsumen. Pesan ini harus mencerminkan nilai tambah dari merek dan mengkomunikasikan keunikan yang membuat merek Anda berbeda dari pesaing.

Gunakan kata-kata yang tepat

Ketika membuat pesan merek, pastikan Anda menggunakan kata-kata yang tepat dan mudah dipahami oleh audiens. Hindari menggunakan jargon atau istilah teknis yang sulit dipahami oleh konsumen.

Buat tagline yang kuat

Tagline adalah frase singkat yang mewakili merek dan seringkali digunakan dalam kampanye pemasaran. Tagline harus singkat, mudah diingat, dan mencerminkan pesan inti dari merek Anda.

Jangan lupa tentang visual branding

Selain pesan merek dan tagline, visual branding juga sangat penting dalam memposisikan merek Anda di pasar. Ini mencakup elemen seperti logo, warna merek, dan desain kemasan produk. Pastikan visual branding Anda mencerminkan nilai tambah dan keunikan merek Anda.

Baca juga: Marketing Mix: Konsep 4P dan 7P Berikut Contohnya

Cara Menentukan Brand Positioning

Setelah melakukan semua langkah di atas, saatnya untuk menentukan brand positioning. Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan brand positioning Anda:

Fokus pada keunikan merek

Saat memposisikan merek Anda di pasar, fokus pada keunikan yang membedakan merek dari pesaing Anda. Hal ini akan membantu merek Anda menjadi lebih mudah dikenali oleh konsumen dan mengurangi risiko terjebak dalam persaingan harga.

Perhatikan audiens target

Selain fokus pada keunikan merek, pastikan Anda juga memperhatikan audiens target. Posisikan merek sebagai solusi terbaik untuk kebutuhan mereka dan gunakan bahasa dan pesan yang sesuai dengan audiens Anda.

Gunakan data pasar

Untuk menentukan brand positioning yang tepat, Anda harus menggunakan data pasar untuk memahami perilaku dan preferensi konsumen. Data ini dapat membantu Anda memilih posisi merek yang paling efektif di pasar.

Jangan meniru pesaing

Meskipun penting untuk memahami pesaing, jangan meniru posisi merek mereka. Sebaliknya, gunakan keunikan dan nilai tambah dari merek Anda untuk menciptakan posisi merek yang berbeda dan unik di pasar.

Baca juga: Cara Mengusir Tikus dari Lingkungan Rumah

Contoh Brand Positioning

Contoh brand positioning yang sukses adalah:

  • Coca-Cola: “Happiness in a bottle”. Coca-Cola telah berhasil menempatkan mereknya sebagai minuman yang menghadirkan kebahagiaan bagi konsumen. Tagline “Taste the feeling” juga telah memperkuat posisi merek ini sebagai minuman yang menyenangkan.
  • Apple: “Think different”. Apple telah berhasil menempatkan dirinya sebagai merek yang inovatif, kreatif, dan berbeda dari merek teknologi lainnya. Dalam setiap kampanye iklannya, Apple selalu menonjolkan keunikan dan kecanggihan produknya.
  • Nike: “Just do it”. Nike telah berhasil menempatkan mereknya sebagai merek atletik yang penuh semangat dan menginspirasi. Tagline “Just do it” telah menjadi slogan yang sangat terkenal dan menjadi semacam mantra bagi para atlet di seluruh dunia.
  • BMW: “The ultimate driving machine”. BMW telah berhasil menempatkan dirinya sebagai merek mobil mewah yang menawarkan pengalaman berkendara yang tak tertandingi. Slogan “The ultimate driving machine” telah memperkuat posisi BMW sebagai merek mobil yang berfokus pada performa dan kenyamanan berkendara.
  • Dove: “Real beauty”. Dove telah berhasil menempatkan dirinya sebagai merek perawatan kulit yang menawarkan kecantikan yang sejati dan beragam. Kampanye iklan “Real beauty” yang memperlihatkan kecantikan dari berbagai tipe tubuh dan kulit telah memperkuat posisi Dove sebagai merek yang inklusif dan mencerahkan.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana brand positioning yang kuat dan konsisten dapat membantu merek membedakan dirinya dari pesaingnya, menarik perhatian audiens target, dan membangun loyalitas konsumen.

Kesimpulan

Brand positioning adalah hal yang sangat penting dalam membangun merek yang kuat dan dikenal oleh banyak orang. Untuk membuat brand yang efektif, Anda harus menentukan nilai tambah dari merek Anda, melakukan analisis pesaing, memahami audiens target, menentukan pesan merek, dan menggunakan kata-kata dan visual branding yang tepat. Setelah itu, gunakan data pasar untuk menentukan posisi merek yang tepat di pasar. Dengan melakukan semua ini, Anda dapat menciptakan merek yang kuat dan menjadi pemimpin di pasar.

Referensi

  1. Keller, K.L. (2013). Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Pearson.
  2. Aaker, D.A. (2010). Strategic Market Management. John Wiley & Sons.
  3. Kapferer, J.N. (2012). The New Strategic Brand Management: Advanced Insights and Strategic Thinking. Kogan Page Publishers.
  4. Kotler, P., Keller, K.L., Ang, S.H., Leong, S.M., and Tan, C.T. (2012). Marketing Management: An Asian Perspective. Prentice Hall.
  5. Ries, A. and Trout, J. (2001). Positioning: The Battle for Your Mind. McGraw-Hill.
  6. Al Ries and Jack Trout, “The Evolution of Positioning Strategy,” Journal of Advertising Research, vol. 31, no. 4, 1991, pp. 10-18.
  7. Alina Wheeler, Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team, Wiley, 2017.
  8. Marty Neumeier, The Brand Gap: How to Bridge the Distance Between Business Strategy and Design, New Riders, 2005.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.